Selasa, 06 Desember 2011

Istilah Dunia Obat

Mungkin banyak yang telah mengetahui bahwa obat-obatan terdiri dari beragam jenis dan golongan. Obat-obatan yang umum dan dikenal luas di masyarakat misalnya obat batuk, obat sakit kepala, obat maag, obat mual, obat flu, obat cacing, obat jantung, dan lain sebagainya.

Pada artikel kali ini, akan dibahas mengenai beberapa istilah obat-obatan yang mungkin masih asing terdengar di telinga masyarakat umum, padahal sebetulnya mempunyai arti sama dengan obat-obatan yang biasa digunakan jika sedang sakit.

Beberapa di antaranya, seperti :

1) Analgesik

Ini dia istilah untuk obat pereda rasa sakit/nyeri. Analgesik bisa dibagi lagi menjadi dua jenis yaitu analgesik opioid dan analgesik non-opioid. Obat-obatan analgesik ini bekerja dengan memblokade rasa nyeri di sistem syaraf. Salah satu contoh analgesik opioid yaitu morfin. Sementara beberapa contoh analgesik non-opioid di antaranya aspirin, parasetamol , ibuprofen, dan asam mefenamat. Biasanya obat-obatan analgesik juga mempunyai efek antipiretik dan antiinflamasi dengan kapasitas yang berbeda-beda.

2) Antipiretik

Pernah minum obat penurun demam? Antipiretik istilahnya. Demam diturunkan dengan menghambat pembentukan enzim siklooksigenase yang juga berperan menimbulkan rasa nyeri dan radang. Oleh karena itu, beberapa obat antipiretik juga disertai dengan efek analgesik dan antiinflamasi. Contoh obatnya seperti : aspirin dan parasetamol.

3) Antiinflamasi

Anti radang, biasa masyarakat menyebutnya. Memiliki mekanisme kerja yang sama dengan analgesik dan antipiretik. Contoh obat yang memiliki efek antiinflamasi tinggi adalah Natrium diklofenak.

4) Antiinfeksi

Termasuk ke dalam obat-obatan antiinfeksi adalah antibiotik, antivirus, antijamur, dan antiparasit. Sesuai dengan namanya, antibiotik adalah obat antiinfeksi yang ditujukan untuk ‘memberantas’ bakteri ,antivirus untuk ‘membunuh’ virus, antijamur untuk mengobati infeksi jamur di tubuh, dan antiparasit untuk menyembuhkan infeksi parasit, termasuk di sini adalah obat malaria dan obat cacing.

5) Antihistamin

Obat untuk menyembuhkan reaksi alergi. Histamin adalah salah satu jenis senyawa yang bisa menyebabkan alergi dan reseptornya akan diblokade oleh antihistamin, sehingga reaksi alergi tidak timbul.

6) Antitusif

Antitusif adalah nama lain untuk obat batuk. Antitusiv bekerja dengan menekan rangsangan yang menyebabkan batuk. Contoh obat antitusiv misalnya dekstrometorfan. Obat batuk biasanya merupakan kombinasi dari antitusif dan ekspektoran yaitu obat pengencer dahak.

7) Dekongestan

Merupakan obat-obatan untuk melegakan hidung yang tersumbat. Sering dikombinasikan bersamaan dengan analgesik dan antihistamin dalam sediaan obat flu

8) Antiemetik

Obat-obatan untuk menghilangkan rasa mual disebut sebagai antiemetik. Antiemetik bekerja dengan menekan rasa mual di sistem syaraf. Contoh antiemetik adalah dimenhidrinat, yang biasa digunakan untuk mencegah rasa mual sebelum bepergian dengan kendaraan.

9) Antasida

Sering disebut sebagai obat maag. Bekerja dengan menetralkan asam lambung yang berlebihan. Beberapa contoh antasida di antaranya yaitu aluminium hidroksida dan magnesium hidroksida yang penggunaannya seringkali dikombinasi. Informasi lain mengenai obat maag bisa dilihat di sini

10) Laksatif

Lebih dikenal sebagai pencahar. Laksatif digunakan untuk memperlancar buang air besar . Laksatif dibagi menjadi laksatif yang melunakkan feses contohnya metilselulosa dan bisakodil; serta laksatif yang mempercepat pengosongan usus contohnya magnesium sitrat dan magnesium sulfat.

11) Diuretik

Merupakan obat-obatan peluruh kemih. Diuretik meningkatkan laju aliran pengeluaran urin dan natrium dari tubuh. Biasa digunakan dalam pengobatan hipertensi (tekanan darah tinggi), gagal jantung, dan gagal ginjal. Contoh obat-obatan diuretik seperti furosemid, hidroklorotiazida, dan spironolakton.

12) Antihipertensi

Antihipertensi adalah obat-obatan untuk penanganan tekanan darah tinggi. Termasuk ke dalamnya adalah diuretik, beta-bloker (atenolol, propanolol), inhibitor ACE (kaptopril, lisinopril), Angiotensin Receptor Blocker (losartan, valsartan), dan Calcium Channel Blocker (verapamil, nifedipin).

13) Antidiabetes

Obat-obatan untuk menurunkan kadar gula darah yang berlebihan dalam tubuh . Pasien diabetes mellitus tipe 1 menggunakan antidiabetes berupa insulin, sementara pasien diabetes mellitus tipe 2 menggunakan antidiabetes oral seperti metformin, glibenklamid, dan acarbose.

14) Anestetik

Dikenal sebagai obat bius. Anestetik bekerja di sistem syaraf pusat untuk menghilangkan kesadaran seseorang. Biasa digunakan sebelum tindakan operasi. Contoh anestetik seperti tiopental dan lidokain HCl.

sumber

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Premium Wordpress Themes