Selasa, 06 Desember 2011

Apakah Antibiotik Itu?

Antibiotika adalah zat yang dihasilkan oleh suatu mikroba, terutama fungi atau jamur, yang dapat menghambat atau membasmi bakteri. Namun, seiring dengan perkembangan jaman, antibiotik sudah dapat dibuat secara semi sintetik maupun sintetik.
Definisi tersebut dapat membagi antibiotik berdasarkan daya bunuhnya terhadap pertumbuhan bakteri, yaitu antibiotik bakteriostatik dan bakterisid. Apa bedanya? Antibiotik bakteriostatik bekerja dengan mencegah atau menghambat pertumbuhan bakteri, namun tidak membunuhnya, sehingga proses pembasmian kuman sangat tergantung pada daya tahan tubuh. Sedangkan antibiotik bakterisid, bekerja secara aktif membunuh bakteri. Penggunaan kombinasi dari keduanya baik sejenis maupun tidak, dapat dilakukan dengan mempertimbangkan efek kerjanya sehingga memberi hasil yang efektif.
Antibiotik juga dapat dibedakan berdasarkan mekanisme atau tempat kerja antibiotik tersebut pada bakteri, antara lain :
1.    Antibiotik yang bekerja menghambat sintesis dinding sel bakteri, termasuk di sini adalah basitrasin, sefalosporin, sikloserin, penisilin, ristosetin dan lain-lain.
2.    Antibiotik yang merubah permeabilitas membran sel atau mekanisme transport aktif sel. Yang termasuk di sini adalah amfoterisin, kolistin, imidazol, nistatin dan polimiksin.
3.    Antibiotik yang bekerja dengan menghambat sintesis protein, yakni kloramfenikol, eritromisin (makrolida), linkomisin, tetrasiklin dan aminoglikosida.
4.    Antibiotik yang bekerja melalui penghambatan sintesis asam nukleat, yakni asam nalidiksat, novobiosin, pirimetamin, rifampisin, sulfonamida dan trimetoprim.
Berkaitan dengan antibiotik, bakteri dapat dibagi menjadi bakteri gram positif dan bakteri gram negatif, dengan menggunakan uji pewarnaan bakteri. Salah satu contoh bakteri gram negatif adalah Escherichia coli, sedangkan contoh bakteri gram positif adalah Staphylococcus aureus. Pembagian bakteri ini berkaitan dengan spektrum kerja antibiotik. Antibiotik yang memiliki spektrum luas, dapat ber”perang” dengan kedua kelompok bakteri tersebut. Sedangkan yang memiliki spektrum sempit hanya dapat mengatasi salah satu kelompok bakteri saja.
Penggunaan antibiotik sangat diperhatikan oleh para apoteker dan tenaga kesehatan lainnya, khususnya penggunaan pada orang awam yang kurang memahami arti pentingnya kepatuhan dalam pengunaan antibiotik. Tentu kita sering mendengar kalimat “antibiotiknya harus diminum sesuai aturan dan sampai habis ya”. Beberapa dari kalian mungkin pernah bertanya, mengapa? Salah satu masalah besar yang timbul dari penggunaan antibiotik yang tidak rasional adalah resistensi. Dalam kasus ini, jangan meremehkan bakteri ya, karena mereka itu cerdik. Jika kita tidak meminum antibiotik tepat waktu, atau tidak sampai habis karena merasa sudah sembuh, bakteri-bakteri di tubuh kita akan menjadi terlatih dengan “serangan” yang kita berikan. Tidak hanya itu, mereka juga mengatur strategi agar dapat memodifikasi “serangan” sehingga mereka dapat menghindari “serangan” kita dan menjadi kebal. Bayangkan jika infeksi bakteri menjadi sulit diberantas. Berbahaya bukan? Oleh karena itu, konseling yang tepat dan didukung kepatuhan pasien yang tinggi merupakan salah satu pilihan utama dalam membantu penggunaan antibiotik secara benar.
Perlu diketahui juga bahwa tidak semua penyakit membutuhkan “bantuan” antibiotik. Jika anda diberikan resep berisi antibiotik oleh dokter, mintalah penjelasan dari dokter anda mengapa anda membutuhkan antibiotik. Pemahaman terhadap penyakit serta pengobatannya sangat penting untuk membantu kesembuhan. Setelah menebus resep, konsultasikan kepada apoteker bila ada hal yang perlu ditanyakan, misalnya aturan pakai atau cara penyimpanan.
Jadi, mari kita gunakan antibiotik secara bijak dan tepat!

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Premium Wordpress Themes