Kamis, 24 November 2011

Suka DUka Menjadi MR

Ada yang bertanya kepada saya, apa kelebihan dan kekurangan bekerja sebagai Medical Representative? Atau dengan kata lain suka dukanya bagaimana.? Selama 8 tahun berkecimpung di dunia farmasi sebagai seorang Medical Representative, saya banyak mendapatkan pengalaman. Penempatan pertama saya di DKI Jakarta. Kemudian Sumatra Barat, lalu Jawa Barat, dan terakhir di Sumatra Selatan.  Saya jadi bisa bertemu dengan banyak orang dan mengunjungi banyak tempat yang indah. Belum lagi apabila berkesempatan ke luar negeri, seperti Singapura, Hongkong, Beijing.
Saya juga mendapatkan beragam pelatihan dan training, yang membekali dan membentuk karakter yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.
Ketika bertemu dengan Medical Representative dari perusahaan farmasi yang lain,  saya banyak mendapatkan pengetahuan mengenai obat dan indikasinya, jadi kadang-kadang bila ada saudara atau teman yang sakit, mereka cukup bertanya kepada saya apa obatnya. Jadi ngirit kan, mereka tidak perlu ke dokter, hahaha.

Wawasan kita juga bertambah luas, karena dokter yang kita hadapi kan berbeda-beda karakternya, sehingga berbeda-beda pula tema pembicaraan yang mereka sukai, dengan demikian agar kita bisa masuk dalam zona nyamannya, kita berusaha banyak mendapatkan informasi, dari olah raga, gossip artis, politik, ekonomi, dan juga bahkan masalah agama.
Ketika perusahaan memberikan target yang harus kita capai, kita diajarkan untuk membuat rencana kerja bagaimana mencapainya dan kita terus dimotivasi agar bisa mencapainya.
Dari segi penghasilan, selain gaji, kita mendapatkan tunjangan motor, bensin, parkir, pulsa HP, kos/kontrakan, uang makan harian, penginapan kalau ke luar kota, yang jauh lebih besar daripada UMR. Belum lagi bila kita mendapatkan insentif.
Nah, lalu bagaimana dukanya? Menurut sebagaian teman saya, dukanya adalah kalau mendapat dokter yang sulit ditemui, sudah nunggu lama, eh… malah pergi begitu saja! Atau kalau enggak jam kerjanya yang mengikuti jam kerja dokter, jika pasiennya banyak, kita bisa ikut menunggui hingga larut malam atau bahkan hingga dini hari. Selain itu, biasanya menjelang akhir bulan, apabila pencapaiannya masih jauh dari target, maka sehari 24 jam itu rasanya koq ya nggak cukup deh, kita akan semakin banyak mengontak orang dan mengunjungi outlet yang berpotensi menghasilkan penjualan. Tapi itu semua tak berarti apabila kemudian hasilnya memuaskan, target tercapai, segala jerih payah, terbayarkan sudah…
Selamat bergabung di dunia Medical Representative yang dinamis ini!

2 komentar:

Ayah Safa mengatakan...

Bro, terima kasih atas perhatiannya atas artikel-artikel yang saya tulis. Akan lebih elok dan santun apabila sumbernya dituliskan juga. Hitung-hitung nyebar pahala berbagi informasi. Good luck ya. Nice to meet you!

Yunita Sari mengatakan...

(y)

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Premium Wordpress Themes